detikcom

Surat dari Buncit

Adam Malik Award untuk detikcom

Ferdinan - Surat Dari Buncit
Jumat, 04/01/2013 14:59 WIB
FOTO: Menlu serahkan Adam Malik Award ke detikcom (Foto: Kemlu)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kembali menganugerahkan Adam Malik Award. Untuk Tahun 2013 ini, detikcom kembali dianugerahi penghargaan ini bersama tiga media lainnya. Menlu Marty Natalegawa mengucapkan selamat kepada media-media tersebut.

Adam Malik Award diserahkan langsung oleh Menlu dalam acara Pernyataan Pers Tahunan di Gedung Nusantara, Kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013). Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat Kemlu, mantan Menlu, para dubes negara sahabat, dan undangan lainnya.

Empat media yang mendapatkan Adam Malik Award adalah the Jakarta Globe (kategori media cetak), SCTV (kategori media visual), RRI (kategori media audio), dan detikcom (kategori media online). Seorang wartawan dari The Jakarta Globe, Abdul Khalik, juga mendapat Adam Malik Award dari kategori individual.

Sebelum menyerahkan Adam Malik Award, Menlu menyampaikan pidato tahunan yang memaparkan kinerja Kemlu pada 2012 dan rencana serta tantangan 2013. Menlu menyampaikan terima kasih kepada media massa yang telah membantu publikasi informasi-informasi terkait diplomasi dan Kemlu. Menlu juga mengucapkan selamat kepada media-media yang mendapat anugerah Adam Malik Award.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Media Kemlu, P.L.E. Priatna, saat mengumumkan peraih Adam Malik Award 2013 mengatakan bahwa media menjadi mitra yang sangat penting dala mendorong laju efektifitas pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi. Dengan bantuan media, informasi terkait Kemlu bisa tersebar luas kepada masyarakat.

Menurut Priatna, pada tahun 2012 masyarakat semakin antusias dalam mencari dan mengkonsumsi isu-isu luar negeri. Kemlu mencatat ada 28.763 berita yang berasal dari Menlu, Juru Bicara, dan pejabat Menlu, serta Perwakilan RI. Dari jumlah itu, berita-berita itu tersebar dalam empat kelompok media. Media online memproduksi total 18.262 berita (64,75%), media cetak memproduksi 5.099 berita (17.72%), jaringan televisi memproduksi 3.718 siaran (12,9%), dan stasiun radio sebanyak 1.320 siaran (4,5%).

Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad menyambut baik penghargaan ini. Asydhad menyampaikan terima kasih kepada Kemlu karena telah memilih detikcom sebagai media online terbaik yang menyajikan berita-berita luar negeri dan diplomasi Indonesia.

"Saya tentu gembira dengan penghargaan ini. Terima kasih kepada Kemlu yang telah memilih detikcom. Sejak Adam Malik Award diberikan pertama kali pada 2002, detikcom sudah mendapatkan penghargaan ini berkali-kali. Ini bukti bahwa detikcom konsisten untuk ikut menyebarkan berita-berita diplomasi Indonesia, termasuk perlindungan WNI kita di luar negeri," kata Asydhad.

Menurut Asydhad, Adam Malik Award ini tentu akan menjadi cambuk bagi detikcom untuk bekerja lebih baik lagi di masa mendatang, apalagi peran Indonesia di kancah dunia internasional semakin dominan. Selain itu, tantangan perlindungan terhadap WNI di luar negeri juga semakin besar dan kompleks.

Terkait dengan Adam Malik Award ini, Asydhad juga mengucapkan terima kasih kepada para pembaca, termasuk para WNI di luar negeri yang sangat sering memberikan informasi-informasi penting terkait diplomasi, peristiwa, dan perlindungan WNI. "Kepada para pejabat Kemlu, kami juga menyampaikan terima kasih atas pernyataan-pernyataannya untuk dipublikasikan segera. Di era digital yang berbasis teknologi informasi seperti ini, mau tak mau pejabat-pejabat Kemlu memang dituntut lebih cepat dalam menyampaikan informasi ke publik dibanding masa lalu," kata Asydhad.

(asy/asy)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com

    SuratLainnya Index »