Surat dari Buncit

Lebih Asyik Baca Majalah Detik

Didik Supriyanto - Surat Dari Buncit
Jumat, 16/12/2011 08:15 WIB
FOTO: Preview
Jakarta - Majalah Detik bukan majalah biasa yang dicetak. Ini e-magazine. Tampil atraktif dalam mengemas berita dan gaya hidup secara mendalam.

Dalam sebulan terakhir, redaksi detikcom menerima beberapa email dari pembaca setia. Isinya mulai dari sekadar bertanya, bertanya-tanya sampai mempertanyakan: mengapa Laporan Khusus detikcom menghilang dari peredaran? Mengapa detik+ tidak nongol lagi?

Pembaca, kami tahu, meskipun menu utama situs berita detikcom adalah menyajikan berita cepat dan akurat, namun banyak pembaca yang membutuhkan informasi komprehensif nan mendalam. Oleh karena itu, detikcom juga menyajikan berita-berita seperti itu untuk Anda.

Dulu, kami menyajikan informasi macam itu secara sporadis. Maksudnya, setiap ada isu tertentu yang menarik dan penting untuk dikembangkan, maka kami mendalami dan menuliskannya. Ini terjadi pada detikcom saat usia balita.

Setelah tumbuh berkembang, pascabalita kami menyajikannya secara periodik. Awalnya sekali sepekan, lalu dikembangkan menjadi dua kali sepekan. Semua dikemas dalam bentuk Laporan Khusus. Sejalan dengan pertumbuhan pembaca detikcom, pembaca laporan khusus juga terus bertambah.

Setelah genap peringatan 10 tahun detikcom pada 2009 lalu, kami mulai berpikir-pikir untuk membuat berita mendalam yang lebih komprehensif. Maksudnya, tidak hanya mengangkat satu atau dua isu dalam sepekan, tetapi menyeluruh pada semua lini: politik, hukum, kriminal, sport, olah raga, kesehatan, seni, hiburan, lingkungan dll. Singkatnya, berniat bikin majalah.

Tentu kami tidak berpikir untuk bikin majalah dalam bentuk tumpukan kertas, dicetak lalu dijilid. Kami tetap sadar, mengutamakan kebutuhan pembaca kami yang aktif di dunia maya melalui PC, laptop, notebook, tablet, handset, dll. Perkembangan pengguna ipad dan teknologi yang ditawarkannya, membuat kami bergerak ikut meramaikannya: meluncurkan detik+.

Itulah rintisan awal majalah elektronik atau e-magazine atau e-magz, yang kami sajikan buat pembaca detikcom melalui medium ipad. Meskipun demikian, materi detik+ tersebut tetap kami bagi melalui detikcom, dengan memundurkan jadwal online sepekan dari ipad.

Respons pengguna ipad terhadap produk kami ternyata bagus. Kami senang dengan banyak kritik saran yang masuk, kami juga senang karena jumlah pen-download terus bertambah. Inilah yang mendorong kami untuk terus memperbaiki majalah kami. Sampai pada satu titik kami putuskan: perbaiki secara menyeluruh agar produknya benar-benar mantab.

Makanya kami minta maaf jika selama sebulan ini detik+ atau Laporan Khusus sempat menghilang dari dunia maya. Kini, setelah segala sesuatunya siap, mulai hari ini, 15 Desember 2011, Majalah Detik kami luncurkan, dengan tampilan, konten dan medium baru.

Kami tampil lebih kinclong, memanfaatkan teknologi multimedia, yang membuat interaksi dengan pembaca lebih meningkat. Tidak hanya kami tampilkan tulisan dan foto, tetapi juga dilengkapi dengan audio dan video. Bukan hanya tersedia di iPad kini kami juga menghadirkannya pada platform Android Tablet, dapatkan dan Install aplikasinya melalui Apple AppStore dan Android Market, dan download Majalah Detik yang terbit setiap hari Minggu.

Bagaimana isinya? Beragam dan mendalam. Kami tidak hanya mengangkat isu-isu politik, ekonomi, hukum dan kriminal, tetapi juga olah raga, kesehatan, gaya hidup dan seni hiburan. Semua kami sajikan secara mendalam, tapi enak dibaca dan atraktif. Selamat menikmati.
(diks/iy)

Share:

Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com