Sabtu, 14/03/2009 13:00 WIB
detikcom Jajal Kekuatan Australia
Ardhi Suryadhi - Surat Dari Buncit
Jakarta -
Untuk pertama kalinya, tim futsal detikcom - detik Kickers - melakukan lawatan untuk menjajal tim asing. Kesempatan itu hadir setelah detik Kickers mendapat tantangan dari tim futsal Kedutaan Besar Australia.
Pertandingan yang berlangsung, Jumat (13/3/2009) malam itu dilangsungkan di markas tim Australia, Kuningan, Jakarta Selatan. Ini tentunya merupakan pengalaman spesial bagi kami, karena dapat menjajal langsung kemampuan pemain futsal dari negeri Kangguru itu.
Alhasil, dari jauh-jauh hari kami mulai menyiapkan segala sesuatunya. Mulai dari melakukan persiapan fisik, mendata siapa saja yang ikut sampai menyiapkan kendaraan apa saja yang bakal digunakan. Maklum saja, Kedubes Australia merupakan salah satu tempat yang memiliki kebijakan pengawasan ekstra terhadap para tamu yang datang.
Dan benar saja, pemeriksaan super ketat nan teliti pun mengawali kesan pertama kami terhadap markas pusat Australia di Indonesia ini sebelum melalui sejumlah gerbang baja yang menjulang. Setiap kendaraan diperiksa oleh beberapa petugas keamanan dengan peralatan lengkap. Mulai dari bagian luar, dalam, atas serta bawah. Bahkan telapak tangan kami pun tak luput dari pengawasan detektor petugas.
"Ini untuk mendeteksi apa sebelumnya kalian telah memegang bubuk mesiu atau bahan peledak," ujar salah satu petugas. Kami paham, tetapi memang sempat membuat
deg-degan. "Baru juga masuk, belum main, gue udah
deg-degan aja," tukas salah satu awak detik Kickers.
Namun untungnya, perasaan tegang tersebut langsung tercairkan oleh sambutan para pegawai Kedubes Australia dan para pemainnya yang lumayan fasih berbahasa Indonesia. Tak seperti para petugas di pintu gerbang yang terlihat gahar, mereka terlihat jauh lebih hangat. Kami lalu saling memperkenalkan diri dan bercengkrama sejenak sebelum pertandingan dimulai.
Minister and Deputy Head of Mission Kedubes Australia, Paul Robilliard, dan Atase Pers Kedubes Australia, Jenny Dee termasuk para staf Kedubes turut menyambut kami. Suasana terasa sangat cair, apalagi Paul dan Jenny, ikut bercakap dan bergurau bersama kami.
Setelah perkenalan singkat, tim Detik Kickers langsung bersiap dengan kaos tim warna hitamnya. Tim detikcom terdiri dari berbagai divisi: News Operation (redaksi), Commerce, dan Teknologi Informasi (TI). Sementara tim Australia yang dikomandani oleh Warren sudah bersiaga dengan kaos kuningnya. Sebelum pertandingan dimulai, Paul, Jenny, tim Australia dan rombongan detikcom berfoto bersama terlebih dulu.
Saling Kejar, Saling TendangSekitar pukul 19.30 pertandingan akhirnya dimulai. Karena ini hanyalah pertandingan persahabatan, kedua tim melakukan start pertandingan dengan tempo lambat. Meski demikian, Coach cetik Kickers -- Triyanto 'Ondold' -- langsung menurunkan tim inti untuk meraba kemampuan para pemain lawan yang memiliki keunggulan fisik jauh dari kami. Perlu diketahui, hampir seratus persen pemain Kedubes Australia adalah warga negara Australia. Postur tubuh mereka sangat tinggi.
Tak butuh waktu lama, Detik Kickers sudah unggul dua gol tanpa balas. Tim Australia tampaknya kaget dengan gaya bermain kolektif kami. Tapi lama kelamaan, keadaan mulai seimbang dan mereka pun berangsur-angsur mengejar ketinggalan. Atmosfir pertandingan pun kian panas, tapi bukan panas dalam arti negatif, melainkan panas untuk semakin bersemangat mengejar si kulit bundar.
Dalam jumlah pemain, kami memang lebih unggul karena memiliki skuad yang lebih banyak. Sekitar 18 orang yang dipimpin oleh Arifin Asydhad selaku Wakil Pemimpin Redaksi detikcom, kami angkut ke pertandingan. Tiga di antara rombongan kami adalah tiga perempuan cantik dari Divisi Online Advertising: Nuniek, Yuyi dan Vita. Kehadiran tiga suporter perempuan ini menambah ramai suasana.
Meski demikian, Tim Australia memiliki keunggulan stamina yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan jumlah pemain yang kurang lebih 10 orang, mereka mampu mengimbangi permainan tim kami. Bahkan, seorang pemain wanita, Chevi, juga ikut memperkuat tim Australia. Kemampuannya? Jangan ditanya... mengagumkan!
Pertandingan akhirnya harus diakhiri dengan skor imbang, 8-8. Padahal Detik Kickers sudah sempat unggul jauh, 8-5. Namun misi dari pertandingan ini sendiri bukanlah untuk mencari siapa yang menang, melainkan lebih kepada menjalin persahabatan antara Indonesia dan Australia, serta antara detikcom dengan Kedubes Australia pada khususnya.
Seusai pertandingan, Paul yang mewakili Kedubes Australia memberikan piala kepada tim detikcom. Selain itu, kedua belah pihak juga saling bertukar cinderamata sebagai kenang-kenangan. Dalam sambutannya, Paul menyatakan terima kasih atas kehadiran detikcom atas pertandingan persahabatan. Dia berharap pertandingan persahabatan ini semakin memperkuat persahabatan Indonesia dan Australia yang selama ini sudah terjalin baik.
Setelah bernarsis ria dengan foto-foto, acara dilanjutkan dengan makan-makan. Selain membawa piala dan pin Indoesia-Australia, kami juga membawa pulang boneka Kangguru sebagai ikon negara Australia. Terima kasih sahabat.... atas undangan dan jamuannya! Pengalaman ini benar-benar mengesankan.
Keterangan Foto: 1. Tim Kedubes Australia dan Tim detikcom berpose bersama
2. Paul Robilliard mewakili Kedubes Australia menyerahkan piala kepada detikcom yang diwakili Wapemred Arifin Asydhad
3. Pemain Australia Jeff berpose bersama Febi (berkaos detik kickers), Vita, Yuyi, dan Nuniek
4. Selama pertandingan berlangsung, bendera mini Indonesia dan Australia menambah meriah suasana
5. Suasana pertandingan futsal di lapangan di area Kedubes Australia
(ash/asy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).