Rabu, 08/10/2008 07:57 WIB
Surat dari Buncit
Waspadai Berita Palsu yang Mencatut detikcom!
Arifin Asydhad - Surat Dari Buncit
Jakarta -
Zaman makin modern, modus operandi kejahatan juga makin maju. Termasuk modus memalsukan berita detikcom dengan tujuan mengelabui orang. Jangan mudah termakan oleh berita-berita palsu itu. Bacalah berita detikcom langsung lewat situs
www.detik.com.
Selasa (7/10/2008), seorang pembaca detikcom, Efendi, mengirimkan email kepada redaksi detikcom. Email itu berjudul: "
Berita detikfinance Dipalsukan."
Dalam suratnya, Efendi memberitahukan kepada kami bahwa di milis yang diikutinya ada seseorang yang mengirimkan berita palsu mengatasnamakan detikfinance. Berita palsu itu memang menghebohkan. Awalnya banyak orang yang mempercayainya. Namun, akhirnya ada yang menyadarkan pembaca milis bahwa berita itu adalah sampah.
Berikut surat Efendi selengkapnya:
Dear detikfinance,
Saya anggota milis obrolan-bandar, milis khusus saham. Hari ini ada kiriman menghebohkan dari salah seorang member, tentang berita yang diambil dari situs detikfinance, yang ternyata dipalsukan oleh si pengirim.
Berikut ini saya kirimkan cuplikannya. Mohon diklarifikasi sesegera mungkin. Thanks
Re: [obrolan-bandar] Fw: WARNING!! : BCA Terlibat Kredit Macet Subprime ==SELL!!!!!!
Selasa, 7 Oktober, 2008 06:11
Dari:
\"Dean Earwicker\"
Tambahkan Pengirim ke Kontak
Kepada:
obrolan-bandar@yahoogroups.com
Saya engga percaya. Ini hoax kali ya.. detikfinance rasanya gak pernah ngasih berita dengan sumber anonymous spt di bawah.. kabarnya anu, dari sumber internal anu.. dan juga gak pernah ngasih statemen kalau begini berarti begitu, secara kode etik jurnalistik ngasih opini pada berita adalah tidak boleh (menodai kepercayaan investor dan membuat kesimpulan rugi) serta membuat tuduhan (manajemen menutupi hal ini)
Terlalu tendensius.
btw, setelah cek sana sini..
MASA SIH anak UI kelakuannya begini sih.. kemaren anak Univ Petra Surabaya ngespoof OB. Sebaiknya pelakunya segera klarifikasi daripada nanti kena kasus. Ngaku aja mendingan kalau cuma iseng.
Jangan dong adik-adik, apalagi pake server kampus. Kalo di seriusin bisa jadi kasus pidana tuh, pencemaran nama baik detikfinance dan bca. So, becareful.
Regards,
Satpam OB
Pada 7 Oktober 2008 14:50, Moh Ikhsan menulis:
---
Minggu, 05/10/2008 16:31 WIB
Bank Central Asia (BCA) Terlibat Kredit Macet Subprime
Wahyu W. - detikFinance
Jakarta - Gejolak kredit macet subprime di AS ternyata menyeret salah satu bank lokal ke dalam jurang kerugian. Menurut kabar yang beredar, PT Bank Central Asia (BCA) dikabarkan memiliki aset yang ditanamkan dalam kredit macet subprime di AS melalui kerjasama konsorsium dengan bank asing. Menurut pengakuan salah satu sumber internal BCA, memperkirakan BCA berpotensi mengalami kerugian akibat subprime sebesar lebih dari Rp. 300 miliar.
Keterlibatan BCA dalam kredit macet subprime ini sebenarnya tidak disangka publik, karena pihak manajemen BCA sengaja menyembunyikan kerugian ini dari publik. Bank Indonesia dikabarkan akan memanggil manajemen BCA untuk mengklarifikasi keterlibatan BCA dalam kredit subprime ini.
Kejadian ini tentu akan menodai kepercayaan investor terhadap saham BCA, dan diperkirakan BCA akan mengalami kerugian yang besar untuk tahun ini. Beberapa analis saham mengatakan akan mendowngrade BCA dan merekomendasikan jual atas saham BCA yang ternyata telah mengecewakan para investor. (wah/yud)Redaksi detikcom menyampaikan terima kasih kepada Efendi yang telah memberi informasi mengenai berita palsu yang mencatut nama detik ini. Sungguh ini informasi yang penting dan kami jelas akan menindaklanjutinya.
Sekilas, berita palsu yang diposting di milis itu memang mirip dengan berita detik. Ada pencantuman hari, tanggal, dan jam di bagian atas. Kemudian di bawah judul, ada nama reporter disertai tulisan DetikFinance. Di bawahnya ada nama kota. Setelah itu, ada isi berita. Di akhir berita, ada kode reporter dan penulis.
Pemalsu berita ini cukup cerdik, apalagi konten yang ditulisnya mengenai isu sebuah bank besar: BCA. Tapi, para pembaca yang budiman, jangan sampai percaya begitu saja dengan tulisan sampah sepert ini. Benar, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkan Efendi, detikcom/detikfinance tidak mungkin menulis sebuah berita tanpa ada keterangan narasumber yang jelas.
Agar tidak termakan oleh berita-berita sampah seperti ini yang beredar di milis-milis, Anda bisa mengecek indeks berita untuk memastikan apakah berita itu memang berita detik atau tidak. Misal, bila kopian berita itu mencantumkam hari Minggu, 05/10/2008 16:31 WIB, detikfinance, maka Anda bisa mengecek indeks di www.detikfinance.com, dan pilih tanggal tersebut. Seperti berita palsu mengenai BCA ini, hingga Kiamat pun, tentu Anda tidak akan menemukannya di indeks berita detikfinance tanggal 5 Oktober 2008. Sebab, kami tidak pernah membuat berita tersebut.
Penipuan-penipuan yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan detik, tidak hanya bermodus seperti itu. Banyak juga orang membuat website dengan menggunakan brand detik. Bahkan, logo detik juga dijiplak, dengan layout dan desain yang mirip juga. Mereka berharap agar para pengguna internet percaya bahwa website itu bagian dari detik, untuk menarik pembaca.
Lantas bagaimana trik agar kita tidak mudah menjadi korban penipuan orang-orang yang memalsukan berita detikcom?
1. Baca berita detikcom langsung lewat situs www.detik.com atau kanal-kanal detikcom: www.detiknews.com, www.detikfinance.com, www.detiksport.com, www.detikhot.com, www.detikinet.com, www.detikfood.com, www.detiksurabaya.com, www.detikbandung.com, dan www.detikoto.com. Anda juga bisa mengecek tv.detik.com dan foto.detik.com
2. Jika Anda menemukan berita di milis-milis yang mengatasnamakan detik, jangan langsung mempercayai berita itu sebelum Anda membacanya langsung di situs www.detik.com maupun kanal-kanalnya tersebut.
3. Untuk website-website detikcom regional, hingga saat ini detikcom hanya memiliki dua kanal regional, yaitu www.detiksurabaya.com dan www.detikbandung.com. Jika ada website regional yang mengatasnamakan detik selain www.detiksurabaya.com dan www.detikbandung.com, maka dipastikan situs itu bukan bagian dari detikcom. Demikian pembaca, pemberitahuan dari kami. Semoga Anda tetap waspada mengenai modus-modus seperti ini. Mari, kita membiasakan membaca berita detik langsung melalui www.detik.com!
(asy/asy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).