Surat Lain

Indeks Surat Buncit

Senin, 08/10/2007 09:40 WIB
Surat dari Buncit
Perkenalkan, IPv6 dari detikcom
Nurul Hidayati - Surat Dari Buncit



Mudik nanti jangan lupa tetap pantau detikcom via ponsel
Jakarta - detikcom identik dengan berita-berita hangat ala detik ini juga. Tapi detikcom juga identik dengan aplikasi teknologi internet gres. Menjelang akhir tahun ini, detikcom telah IPv6 ready, yang membuat para pembaca bisa mengakses detikcom dengan sangat cepat. Omong-omong, apa sih IPv6? Sigit Isnanto, online and mobile operation supervisor detikcom -- yang terlibat dalam proyek ini -- menjelaskannya dengan bahasa awam. IPv6 adalah kependekan dari Internet Protocol Version 6, protokol generasi baru yang didesain oleh The Internet Engineering Task Force (IETF) untuk menggantikan protokol internet saat ini, yaitu IPv4. Aplikasi internet saat ini kebanyakan menggunakan IPv4, yang berumur hampir 20 tahun. IPv4 mulai mengalami beberapa masalah dan masalah yang paling penting adalah mulai menipisnya stok IPv4 yang dibutuhkan oleh perangkat-perangkat untuk terhubung ke internet. Alamat IPv4 saat ini berbasis 32 bit (232), berarti ada sekitar 4 miliar alamat tersedia, sedangkan alamat IPv6 berbasis 128 bit (2128), sehingga alamat yang tersedia pun menjadi jauh lebih banyak, yaitu sekitar 340 miliar alamat. IPv6 punya keunggulan dibanding IPv4 dan memecahkan beberapa masalah yang ada pada IPv4, salah satunya keterbatasan jumlah alamat IP seperti disebutkan di atas. IPv6 merupakan pengembangan dari IPv4 dalam beberapa bidang seperti routing. "IPv6 diharapkan dapat menggantikan IPv4, dengan lebih dahulu diterapkan secara bersamaan selama masa transisi," ujar Sigit. Lalu, apa manfaatnya bagi pembaca detikcom? "Bagi pengguna IPv6, akses detikcom bisa lebih cepat karena mereka mempunyai alternatif alamat IP yang dituju selain IPv4," jawab Sigit. "Ketika IPv6 diterapkan, detikcom sudah siap karena IPv6 ini memang dirancang untuk menggantikan IPv4 yang hampir habis," ujar Sigit. Lalu bagaimana bisa memanfaatkan teknologi anyar ini? Jelas user harus memiliki koneksi IPv6. Pembaca yang belum tersambung IPv6 tidak bisa memanfaatkannya. Tapi saat ini sudah banyak alat-alat yang mendukung IPv6 kok. Pembaca, detikcom sebenarnya mulai menguji coba IPv6 sekitar bulan Maret 2007. Namun untuk mencapai hasil final butuh waktu agak lama. Maklum, Sigit cs juga disibukkan tugas-tugas rutin harian yang bejibun. Aplikasi IPv6 ini menjadi buah bibir kalangan IT nasional. Sejumlah blog membahas prestasi ini. "Sekali lagi congrate yah detikcom. Jadi #1 portal yang IPv6 enabled di Indonesia, mungkin di Asia Tenggara," tulis seorang praktisi IT lewat blognya di risnaini.wordpress.com. Tentu saja prestasi ini tidak datang dari tim detikcom sendirian. Karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang turut andil. Antara lain tim Indo.net, tim IDC Indonesia, tim CBN, dan teman-teman komunitas IPv6, baik yang ada di Indonesia maupun di Jepang. "Terimakasih semua atas saran-sarannya," demikian Sigit Isnanto. Artikel pendukung bisa diklik di: Roadmap Konvergensi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (nrl/umi)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).