Jumat, 13/04/2007 08:47 WIB
Surat dari Buncit
Jembatan Santun Surat Pembaca
Nurul Hidayati - Surat Dari Buncit
Jakarta -
"Tepat satu hari setelah surat saya dimuat di detikcom, DAI Jayakarta melalui Bapak Hari (Ketua Grup Teknisi) menghubungi saya untuk melakukan pertemuan ulang dengan Daihatsu Indonesia yang diwakili Bapak Rico dan Bapak Agus."
Itu adalah surat Eko Sunandar yang dimuat di Surat Pembaca berjudul
Xenia Groook..grokkk Sudah Beres
Sedang ini adalah surat
Yonny:
"Kamis 12 April 2007 pukul 11.00, Bpk Rasuanir (Sales Manager BII Kelapa Gading) bersama Ibu Christianty Silitonga datang ke kantor saya untuk menanggapi keluhan saya mengenai program Cash Back BII."
Eko Sunandar dan Yonni adalah sedikit dari pembaca yang masalahnya tuntas berkat Surat Pembaca detikcom. Masih banyak pembaca lain yang urusannya kelar setelah dimuat di rubrik tersebut.
Tentu saja kami, sebagai penyedia fasilitas, turut bergembira. Setidaknya, itu menandakan bahwa misi kami menjadikan Surat Pembaca sebagai jembatan komunikasi antara produsen dan konsumen, cukup sukses. Kami menganggap rubrik ini sungguh penting, sehingga Maret lalu kami menampilkan edisi wajah barunya yang seru, yang memungkinkan penulis juga bisa 'mejeng' lewat foto diri.
Tiap hari, kami setidaknya menampilkan 5 hingga 15 surat pembaca plus opini. Jumlah ini sungguh jauh dari surat yang terkirim pada kami. Mengapa hanya 'sedikit' yang termuat? Salah satu penyebabnya, banyak surat yang tidak sesuai dengan rambu-rambu yang telah kami tetapkan.
Rambu-rambu itu misalnya, tulislah surat dengan santun. Menurut 'survei' kami, surat yang ditulis dengan santun, tidak emosional, lebih cepat direspons oleh produsen. Maklum, produsen juga manusia sebagaimana konsumen, yang tentunya lebih menyukai kritikan dengan kalimat yang bijak dan hati dingin.
Kedua, lengkapi identitas Anda dengan benar. 'Survei' kami menunjukkan, pengirim yang mencantumkan nomor teleponnya akan lebih cepat mendapat respons produsen. Identitas yang lengkap juga memperlihatkan akuntabilitas yang tinggi, yang jelas membuat kami memprioritaskan pemuatannya.
Ketiga, tulislah kata-kata dengan baik, jangan disingkat-singkat. Misalnya tanggal menjadi tgl, yang menjadi yg, mengada2, maupun penggunaan huruf kapital yang tidak perlu, misalnya SAYA KECEWA DENGAN HAL ITU. Penulisan semacam itu sungguhlah membuat kami kerepotan mengeditnya dan besar kemungkinan kami akan mengabaikan surat tersebut.
Keempat, janganlah menulis panjang-panjang. Padat dan
to the point adalah tulisan yang menyenangkan kami dan produsen, tentunya.
Nah, tidak rumit, bukan? Selamat curhat ke Surat Pembaca, jembatan santun konsumen-produsen!
Foto:
Eko Suryanto dan Yonni.
(nrl/umi)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).