Surat Lain

Indeks Surat Buncit

Kamis, 08/03/2007 09:21 WIB
Surat dari Buncit
Garuda Celaka, 'Garuda' Semaput
Nurul Hidayati - Surat Dari Buncit



Jakarta - Hari Rabu (7/3/2007) pagi, langit Jakarta gelap. Gerimis berguguran. Suasana tampak muram. Bisa jadi, Anda saat itu masih menikmati sarapan roti panggang di rumah sembari menunggu cuaca cerah. Tapi Nograhanny Widhi K di balik komputernya telah sibuk mengupdate berita gempa Sumbar dengan menelepon sana-sini. Tema berita Rabu pagi itu masih soal gempa yang terjadi sehari sebelumnya. Hingga akhirnya SMS dari seorang direktur sebuah maskapai penerbangan masuk ke ponselnya pukul 07.01 WIB. Isinya cukup serius: Garuda terbakar di Bandara Yogyakarta. Penumpang masih terjebak di dalamnya. Gadis yang sedang piket sejak Selasa malam di kantor detikcom di Warung Buncit itu sontak mencari informasi itu. Dia langsung konfirmasi sana-sini hingga akhirnya muncul berita satu alinea pada pukul 07.17 WIB dengan judul Garuda Terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta . Setelah itu, berita Garuda yang celaka pukul 06.55 WIB itu mengalir bak air bah. Kerja keras Hanny, begitu gadis lulusan Universitas Brawijaya Malang itu disapa, tentu bertujuan untuk memuaskan dahaga informasi Anda semua, pembaca setia kami. Tak cuma Hanny yang bekerja keras mencari informasi detik demi detik. Server-server kami juga bekerja tak kalah kerasnya. Maklum, traffic pengakses detikcom melesat luar biasa, hal yang biasa terjadi bila ada berita besar. Sedikit berbagi rahasia, bandwith kami Rabu kemarin mencapai 105 megabyte (MB), tertinggi sepanjang sejarah detikcom. Pada musibah Mandala Airlines 5 September 2004 lalu, bandwith kami 'hanya' 85 MB. Terima kasih CBN, terima kasih Indo.net yang telah membantu kami menyediakan bandwith. Meski traffic kedua insiden itu sama-sama heboh, tapi ada bedanya. Dalam insiden Garuda, detikcom tetap bisa diakses meskipun di sejumlah tempat, agak berat. Kami tentu meminta maaf kepada Anda semua, jika saja, Anda kemarin harus bersabar mengakses berita berita kami. Sedangkan pada insiden Mandala, sesekali detikcom tidak bisa diakses karena sejumlah mesinnya semaput, saking tingginya pengakses. Dalam insiden Garuda, hanya satu server kami yang sedikit ngadat. Server itu selama ini kami namai Garuda. Jadi unik juga, Garuda celaka di Yogya, mesin kami yang bernama Garuda kok ya 'bersolidaritas'. Sedangkan mesin kami lainnya, yang kami namai Emprit, Kutilang, Gagak, dan masih banyak lainnya, bekerja dengan optimal sehingga situs favorit Anda ini kagak ada matinye.... Foto: Hanny berpose (maaf seperti foto lamaran kerja ;p) Pantauan traffic dari CBN(nrl/nrl)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).